Skip to main content
Kunjungan tour ini diikuti sebanyak 75 siswa yang didampingi oleh 16 orang guru serta dipimpin langsung oleh Liyu, S.Pd., M.Pd selaku Kepala SMA Negeri 4 Kendari

P5 - Kearifan Lokal "Menelusur Warisan Masa Lampau di Pusat Kebudayaan Wolio di Baubau"

Menelusur Warisan Masa Lampau menjadi sub tema terakhir dalam Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila pada Kelas X Semester Genap 2023/2024 sebagai wujud implementasi Kurikulum Merdeka. Untuk itu, Baubau adalah kota yang dipilih oleh SMA Negeri 4 Kendari untuk memahami tujuan tema terakhir sebab Negeri Seribu Benteng ini cukup menarik perhatian untuk ditelusuri warisan budayanya baik dari segi kearifan lokal yang ada di wilayahnya, struktur geografis, demografis, dan psikografis serta siswa dapat menemukan kekuatan atau potensi masyarakat setempat.

Kunjungan tour ini diikuti sebanyak 75 siswa yang didampingi oleh 16 orang guru serta dipimpin langsung oleh Liyu, S.Pd., M.Pd selaku Kepala SMA Negeri 4 Kendari yang diagendakan mulai 8 Mei hingga 11 Mei 2024 di beberapa destinasi yang ada di kota ini antara lain obyek situs sejarah Budaya Kawasan Benteng Keraton Wolio dan Pusat kebudayaan Wolio yang berada di Kelurahan Baadia. Selain itu akan mengunjungi masjid Keraton, masjid Quba dan mengelilingi kawasan Benteng Keraton Wolio, termasuk akan menikmati kuliner tradisional Buton. Selain itu juga akan berinteraksi dengan masyarakat dalam kawasan benteng dan melaksanakan kegiatan permainan tradisional.

Pesona Pantai Nirwana juga menjadi daya tarik bagi rombongan study tour SMA Negeri 4 Kendari untuk dikunjungi sebagai bagian dari refreshing sehingga anak-anak bisa lebih menambah wawasan dan menyegarkan otak kembali. "Saya ikut kegiatan ini sangat menarik dan membuat saya semangat kembali dan bisa segarkan otakku juga karena selama studi tour ini banyak sekali pembelajaran yang kita dapat dan tentunya bisa kita refreshing juga" ujar salah satu peserta study tour dari siswa. Tak hanya menikmati keindahan pantainya, siswa juga diberikan pembelajaran berharga saat berada di lokasi ini dengan menciptakan lingkungan yang bersih melalui bersih-bersih sampah di pantai.

Kegiatan ini mendapatkan respon positif dari beberapa  pihak yang menilai bahwa kegiatan seperti ini harus terus diprogramkan. Karena pembelajaran yang langsung dilaksanakan pada obyek pelajaran akan menjadi motivasi dan menjadi pengalaman yang tak terlupakan bagi siswa. (Baubau, 9/5/24)

Add new comment

Plain text

  • No HTML tags allowed.
  • Lines and paragraphs break automatically.
  • Web page addresses and email addresses turn into links automatically.